Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemdes Pancur Jaya Serahkan Bantuan PAH dan Atap Seng

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemdes Pancur Jaya Serahkan Bantuan PAH dan Atap Seng

Penyerahan Bantuan Penampung Air Hujan dan Bantuan Atap Seng Oleh Pemerintah Desa Pancur Jaya Kepada Masyarakat Kurang mampu di Balai Pertemuan Desa (09/07/2018)


Website Resmi Desa Pancur Jaya,  Pemerintah desa pancur jaya Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, serahkan bantuan Penampungan Air Hujan (PAH) dan Atap seng kepada warganya, penyerahan dilaksanakan di balai pertemuan desa pancur jaya, Senin (09/07/2018) pagi.

Acara serah terima ini dihadiri oleh Hasan Basri, ST kepala desa pancur jaya, Jamil,S.Pdi pendamping P3MD, M. Nurzan Ketua BPD, Marwan Sekretaris desa, Yunus Arbi Kasi Kesejahteraan, Rendra Diryanto Kaur Pembangunan, Kepala Dusun, Ketua RT dan RW serta seluruh masyarakat penerima bantuan.

 Jamil mengungkapkan, “ Program penyerahan PAH dan atap Seng ini bersumber dari anggaran dana desa DD tahun 2018, bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat terutama masyarakat kurang mampu. Ujar pendamping P3MD.

Kami akan memantau setiap penerima bantuan ini, untuk memastikan bahwa bantuan yang akan diterima ini benar-benar segera dipergunakan dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh seluruh masyarakat. Tambah Jamil.

 Ketua BPD desa pancur jaya menuturkan “  Pendataan Penerima Bantuan PAH dan Atap Seng ini sebelumnya telah didata oleh Ketua RT, RW, Dan Kepala Dusun, yang kemudian di ketahui oleh BPD dan di setujui oleh Kepala desa, Bantuan manfaat ini diharapkan bisa membantu dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat untuk lebih sejahtera, ungkap M. Nurzan.

Kepala desa pancur jaya pada kesempatannya menjelaskan “ Adapun jenis bantuan ini adalah Sebanyak 40 unit Penampung Air Hujan (PAH) yang kami serahkan untuk 40 kepala keluarga, dan 135 Kodi Atap seng yang dilengkapi dengan Perabung, dan Paku Payung  yang diserahkan  kepada 37 kepala keluarga masyarakat kurang mampu desa pancur jaya, ungkap Hasan Basri.

Program ini hanya kita laksanakan selama 2 tahun, dan untuk selanjutnya akan kita ganti dengan program yang lain lagi. tuturnya.

Sebelum dilakukan penyerahan warga penerima bantuan diwajibkan untuk mengisi surat pernyataan bersedia bertanggungjawab terhadap bantuan atap seng, perabung, paku dan bantuan PAH untuk segera menggunakan bantuan tersebut dirumah sendiri dan tidak diperjual belikan kepada pihak lain atas bantuan yang telah diterima dari pihak pemerintahan desa dan siap menerima sanksi yang telah ditetapkan oleh pemerintah desa pancur jaya.

Adapaun sanksi yang diterapkan jika penerima bantuan melalaikan pernyataan tersebut yaitu warga tidak akan menerima bantuan selama 2 tahun dari pemerintah desa lagi, dan bantuan yang diberikan akan diserahkan kepada masyarakat yang lain, ucap kades.

 Pernyataan ini sebenarnya merupakan gagasan kepada masyarakat agar benar-benar serius dalam menanggapi dan menjadikan motivasi untuk bisa segera memanfaatkan bantuan dalam mensejahterakan kehidupan mereka.

Untuk menghindari terjadinya jual beli dan penyimpanan barang bantuan tersebut yang tidak segera dipergunakan, Hasan basri menuturkan “ setelah 2 bulan kami akan mensurvei rumah bapak dan ibu apakah sudah di gunakan ataun belum, jika belum maka kami akan memberikan surat peringatan” tegas kades.

 “Jika bantuan Atap seng ini sudah terpasang, paling tidak kita akan merasa tenang jika harus berpergian kerja keluar, dan tidur kita tentunya akan terasa lebih aman karena tak ada lagi tetesan air yang menetes di kasur kita”, tambahnya.

Yang menerima bantuan ini merupakan masyarakat fakir miskin dengan kondisi rumah 70 persen tetapi memiliki atap yang rusak, sementara untuk rumah yang dalam kondisi parah bahkan hampir roboh tidak diberikan bantuan ini, karena mereka termasuk kedalam rumah bulatan.

Untuk kategori rumah bulatan mereka sudah terdata sebagai warga penerima Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) atau Rumah Sederhana  Komunitas Adat Terpencil (KAT) .

Dikesempatan ini, Kepala desa pancur jaya juga menghimbau kepada seluruh masyarakatnya, untuk saling bekerja sama antara warga bersama pemerintah desa dalam hal gotong royong. “ jika kita tak bisa mengikuti gotong royong bersama, setidaknya bantu membersihkan area di persekitaran lingkungan rumah dan pinggiran jalan, itu sudah cukup membantu” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan serah terima bantuan Tempat Penampung Air hujan (PAH) kepada warga.

 

Dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Atap Seng beserta perabung dan paku.

Seluruh masyarakat penerima bantuan ini terkesan  sangat bahagia, Samsul Bahri (34) salah seorang tokoh masyarakat mengungkapkan “Terima kasih pak, Akhirnya salah satu masalah dalam keluarga kami telah terselesaikan, terima kasih yang tak terhingga semoga bantuan ini  bisa mensejahterakan kami".  Ujarnya.

 

Admin : Teddy St


Komentar Pembaca

Tulis Komentar